A. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah an
idea, practice or object that perceived as new by an individual or other unit
of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu
gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti
perubahan. Inovasi dapat berupa ide, proses dan produk dalam berbagai
bidang.
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (1997 : 381) Inovasi diartikan sebagai penemuan baru yang
berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, misalnya
gagasan, metode atau alat.
Menurut Peter Drucker
(1997 : 84), innovation as “change that creates a new dimention of
performance”. Inovasi sebagai suatu perubahan yang menimbulkan dimensi baru
dalam penampilannya.
Berdasarkan
pengertian-pengertian tersebut di atas, inovasi merupakan sebuah temuan baru
baik dalam bentuk ide, barang atau jasa yang berbeda dari sebelumnya dalam
lingkun gan tertentu, dalam arti kreasi, dimensi dan penampilannya. Kemudian
temuan baru itu diproses, dikenalkan secara sistematis dengan maksud agar
dimilii oleh individu lain supaya terjadi perubahan, sehingga perubahan hasil
inovasi tersebut menjadi kepuasan pada pihak yang menggunakannya
B. Pengertian
Kreativitas
Beberapa pengertian kreativitas :
Kreativitas adalah
kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu
yang baru dan memiliki daya guna. Kreativitas adalah membuat sesuatu yang
abstrak menjadi nyata, sesuatu yang potensial menjadi aktual
Kreativitas adalah kombinasi dari tiga hal, yaitu :
- Penalaran (thinking)
- Kecakapan (skills)
- Motivasi
Kreativitas adalah
orisinalitas, artinya bahwa produk, proses, atau orangnya, mampu menciptakan
sesuatu yang belum diciptakan oleh orang lain. Kreativitas juga dapat
dispesifikkan dalam dunia pendidikan, yang dinamakan oleh Torrance dan Goff
(1990) sebagai kreativitas akademik (academic creativity), Kreativitas
akademik ini menjelaskan cara berpikir guru atau siswa dalam belajar dan
memproduksi informasi. Berpikir dan belajar kreatif memuat kemampuan untuk
mengevaluasi (kemampuan untuk menangkap akar masalah, ketidakkonsistenan dan
elemen yang hilang), berpikir divergen (fleksibilitas, originalitas dan
elaborasi) dan redefinisi. Belajar secara kreatif adalah hal yang alami karena
berkaitan sifat manusia yang selalu ingin tahu. Psikologi belajar telah
menunjukkan bahwa individu yang menghadapi hal baru akan mengalami
ketidakseimbangan dalam dirinya. Dengan demikian peluang untuk mengatasi
ketidakseimbangan tersebut secara kreatif terbuka bagi semua orang.
Kreativitas tidak
selalu dimiliki oleh guru berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Hal
ini dikarenakan kreativitas tidak hanya membutuhkan keterampilan dan kemampuan,
kreativitas juga membutuhkan kemauan atau motivasi. Keterampilan, bakat, dan
kemampuan tidak langsung mengarahkan seseorang guru melakukan proses kreatif
tanpa adanya faktor dorongan atau motivasi. Apakah perbedaan antara kreativitas
dan inovasi? Inovasi dapat diartikan sebagai proses penyempurnaan produk atau
proses yang sudah ada. Negara Jepang adalah negara yang inovatif karena terus
menerus menciptakan beragam produk otomotif, elektronik atau industri yang
menguasai pasar dunia. Negara Inggris dan Jerman adalah negara yang kreatif
karena banyak ilmuwan mereka banyak memenangkan hadiah Nobel. Kreativitas
adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak akan ada inovasi. Semakin
tinggi kreativitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula.
C. Konsep dan Makna
Pembelajaran
Istilah pembelajaran
digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa. Menurut Gagne, Briggs dan
Wager (1992) yang diungkap Paulina Panen (1999,1.5) , ”pembelajaran adalah
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses
belajar pada siswa”.
Konsep Pembelajaran
menurut Corey, yang diungkap Syaiful Sagala (2003 : 61) adalah suatu proses
dimana lingkungan seseorang sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta
dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau mengahasilkan
respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset dari
pendidikan.
Kegiatan pembelajaran
adalah merupakan perpaduan antara aktivitas belajar dengan aktivitas mengajar.
Menurut Teori Gestalt, yang diungkap E. Kusmana Pachrudin (1985 : 3 )
menyatakan : “ Belajar adalah proses interkasi antara berbagai potensi yang ada
dalam diri siswa dengan aneka potensi yang datang dari guru, siswa
lainnya, fakta-fakta yang dihadapinya, konsep-konsep yang diketahuinya
serta lingkungan yang melandasi proses belajarnya”.
Berdasarkan pengertian
belajar tersebut maka kegiatan mengajar harus diberi makna sebagai aktivitas
yang dilakukan guru dalam menyiapkan berbagai konsep, fakta, masalah dan
lingkungan belajar yang akan sanggup memberi kemudahan kepada potensi yang ada
pada diri siswa sebagai subyek ajar dalam mencapai tujuan belajarnya.
Kegiatan pembelajaran
tidak hanya berlangsung dalam konteks tatap muka antara guru dan siswa di dalam
kelas, interaksi siswa tidak dibatasi oleh kehadiran guru secara phisik. Siswa
dapat belajar melalui bahan ajar cetak, modul, buku, LKS, program radio,
program televisi atau media lainya. Tentu saja guru tetap memainkan peranan
penting dalam merancang setiap kegiatan pembelajaran.
Dari pengertian diatas,
kita dapat mengetahui bahwa ciri utama pembelajaran adalah meningkatkan dan
mendukung proses belajar siswa, sedangkan ciri lainnya adalah adanya interaksi.
Interaksi tersebut terjadi antara siswa yang belajar dengan lingkungan
belajarnya, baik dengan guru, siswa lainnya, tutor, media atau sumber belajar
lainnya. Ciri lainnya adanya saling keterkaitan antara komponen-komponen
seperti tujuan, materi, kegiatan dan evaluasi pembelajaran. Tujuan pembelajaran
mengacu pada kemampuan/kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah
mengikuti suatu pembelajaran tertentu. Materi pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dianggap esensi yang harus dibahas dalam pembelajaran dalam rangka
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pembelajaran mengacu pada
penggunaan metode, model dan media dalam rangka membahas materi sehingga siswa
menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Evaluasi adalah kegiatan yang
dilaksanakan untuk menilai keberhasilan pembelajaran. Baik materi,
kegiatan maupun evaluasi dikembangkan berdasarkan tujuan pembelajaran.
Sedangkan Syaiful
Sagala (2003 : 63 ) mengatakan “Pembelajaran mempunyai dua karakteristik
yaitu Pertama , dalam proses pembelajaran melibatkan mental siswa
secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat akan
tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Kedua,
dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus
menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir
siswa, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk
memperoleh npengetahuan yang mereka kontruksi sendiri.
D. Prinsip Prinsip
Pembelajaran
Belajar merupakan
kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Oleh karena itu,
guru perlu memberikan motivasi kepada siswa , untuk mengembangkan dan
memanfaatkan potensi, bakat dan kemampuan yang dimilikinya dalam membangun ide
, gagasan. Peranan guru bukan semata-mata memberikan informasi, melainkan juga
mengarahkan dan memberikan kemudahan belajar, agar proses belajar lebih
memadai. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong terjadinya
prakarsa, motivasi belajar pada peserta didik.
Oleh karena itu dalam
merancang kegiatan pembelajaran, guru harus memperhatikan beberapa
prinsip-prinsip pembelajaran berikut ini :
1) Berpusat pada
siswa, Kegiatan belajar yang
memusatkan perhatian pada siswa diindikasikan oleh tingginya perhatian terhadap
keragaman yang dimiliki siswa, baik keragaman kemampuan, bakat, minat, sikap
maupun latar belakang ekonomi, sosial dan keluarga.
2) Melibatkan siswa secara
aktif, Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga
ia mau belajar. Oleh karena itu kegiatan belajar harus dirancang yang
memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, aktif mendengar, aktif melihat,
aktif bertanya, aktif menemukan informasi, aktif melakukan dan aktivitas
lainnya yang memungkinkan terjadi perubahan pada diri siswa.
Mel Silberman (1990;2) menyatakan :
“Apa yang saya dengar, saya lupa.
Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat
sedikit.
Apa yang saya dengan, lihat dan tanyakan atau diskusikan
dengan beberapa teman lain, saya mulai paham.
Apa yang saya dengan, lihat dan tanyakan atau
diskusikan dan lakukan , saya memperoleh pengetahuan dan
keterampilan.
Apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya
kuasai.
3) Belajar dengan
melakukan (learning by doing), Siswa tidak hanya
dicekoki dengan sejumlah informasi, tetapi harus lebih banyak diberi
kesempatan, tantangan untuk menerapkan, mempraktekan konsep atai teori yang
diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.
4) Mengembangkan
kemampuan sosial, Pemahaman siswa dalam
penguasaan kompetensi akan lebih meningkat , apabila diberi kesempatan dan
peluang untuk mengemukakan berbagai gagasannya terhadap siswa lain atau guru
dengan cara berdiskusi, saling bertanya, saling menjelaskan.
5) Mengembangkan keingintahuan
dan imajinasi, Rasa ingin tahu dan
imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan
kreatif, oleh karena itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran.
6) Mengembangkan
keterampilan pemecahan masalah, Kegiatan belajar mengajar
perlu dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu
mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
7) Mengembangkan
kreativitas siswa, Kegiatan pembelajaran
perlu dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siswa untuk
berkreasi secara berkesinambungan
8) Mengembangkan
kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi, Kegiatan pembelajaran perlu dirancang agar siswa mampu mamnfaatkan ilmu dan
teknologi yang terus berkembang secara dianamis.
9) Menumbuhkan kesadran
siswa sebagai warga negara yang baik, Kegiatan pembelajaran
perlu memberikan wawasan nilai moral dan sosial yang dapat membekali siswa
menjadi warga negara yang bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan sosialnya
maupun lingkungan alamnya.
10) Belajar Sepanjang
Hayat, Kegiatan pembelajaran
harus mampu membekali siswa dengan keterampilan yang meliputi rasa percaya
diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain, kemampuan berkomunikasi,
kemampuan bekerjasama, sehingga mendorong siswa untuk terus belajar , baik
formal maupun nonformal, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
E. Dasar
Peningkatan Kreativitas dan Kemampuan Inovasi pada Guru
1. Pembelajaran
- Pembelajaran merupakan kegiatan pemaknaan dunia nyata secara menyeluruh dengan cara menginterpretasikan kembali pengetahuan yang telah diperolehnya
- Pembelajaran sejati adalah lebih berdasar pada penjelajahan yang terbimbing dengan pendampingan daripada sekedar transmisi pengetahuan
- Belajar pada kehidupan secara nyata dan kontekstual yang memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah yang ada dengan caranya sendiri
2. Prinsip Belajar
Aktif
a) Authentic/raw data
b) Siswa memiliki otonomi
c) Relevan-bermakna-menarik
d) Membutuhkan prior knowledge
e) Aktifitas yang menantang
f) Guru sebagai fasilitator dan co-learner
g) Social interaction and dialogue
h) Problem & evidence based
learning
i) Bermacam perspektif
j) Kolaborasi-negosiasi
F. Pengertian
Media Pembelajaran
Beberapa pengertian media pembelajaran, yaitu :
- Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Schramm, !982}
- Sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, media, video, slide, dan sebagainya.
- Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar, termasuk teknologi perangkat lunak.
Kreativitas dan Inovasi
guru dalam Pembelajaran
A. Manfaat Produk
Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pendidikan
Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam
pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan
peserta didik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu
proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja,
akan tetapi mencakup apek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan
afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu
menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Namun fungsi tersebut
dapat dispesifikkan menjadi beberapa macam antara lain :
1. Kreativitas guru
berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran.
Produk kreativitas guru diharapkan akan memberikan
situasi yang nyata pada proses pembelajaran. Selama ini siswa dituntut untuk
memiliki kemampuan verbalisme yang tinggi pada hal-hal yang abstrak. Verbalisme
adalah hal sangat sulit sekali dan membosankan bagi siswa jika terus menerus
dipacu di sekolah. Penerapan produk kreativitas guru misalnya berupa instrumen
yang mampu mengajak siswa belajar ke dunia nyata melalui visualisasi akan mampu
menurunkan rasa bosan siswa dan meningkatkan minatnya pada mata pelajaran.
2.Kreativitas guru
berguna dalam transfer informasi lebih utuh.
Hasil inovasi berupa instrumen bantu pendidikan akan
memberikan data atau informasi yang utuh, hal ini terlihat pada aktifnya indera
siswa, baik indera penglihatan, pendengaran dan penciuman, sehingga siswa
seakan-akan menemui situasi yang seperti aslinya. Produk kreativitas guru akan
melengkapi gambaran abstrak yang sebelumnya dipahami siswa dan membetulkan
pemahaman yang salah mengenai informasi yang didapatkan dari teks. Pada kasus
penerapan produk kreativitas guru pada laboratorium, dengan memanipulasi objek
dan situasi penelitian sedemikian rupa, maka objek dan situsi tersebut
seakan-akan sesuai dengan fenomena-fenomena yang dipelajari oleh siswa.
3. Kreativitas guru
berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam
mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam
belajar.
Produk kreativitas guru sangat penting dalam
pengembangan kerangka berpikir ilmiah berupa langkah rasional, sistematik, dan
konsisten. Hasil-hasil kreativitas guru akan merangsang siswa untuk membantu
siswa dalam mengidentifikasi masalah, observasi data, pengolahan data serta
perumusan hipotesis. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ingatan
terhadap informasi yang diserap, tetapi juga berfungsi sebagai pembentukan
unsur kognitif yang menyangkut jenjang pemahaman.
4. Produk kreativitas
guru akan merangsang kreativitas siswa.
Kreativitas guru dapat digunakan secara mandiri oleh
siswa, dimana siswa dapat mengembangkan kreativitasnya serta imajinasi dan daya
nalarnya dalam memahami materi yang diajarkan. Siswa akan memiliki kelancaran,
keluwesan, orisinalitas dan keunikan dalam berpikir.
B. Wadah Kreativitas
dan Inovasi Guru dalam Pembelajaran
Kreativitas dan inovasi guru dapat diarahkan pada dua
komponen pembelajaran di kelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang
mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam
bentuk media pembelajaran.
1. Kreativitas dalam
Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola
dinamika kelas, mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun
perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran
yang baik. Dalam hal manajemen kelas, kreativitas guru dalam manajemen kelas
diarahkan untuk:
- Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
- Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar
2. Kreativitas Guru
dalam Penggunaan Media Pembelajaran
Media belajar adalah alat atau benda yang dapat
mendukung proses pembelajaran di kelas. Fungsi Media Belajar (1) membantu siswa
dalam memahami konsep abstrak yang diajarkan, (2) meningkatkan motivasi siswa
dalam belajar, (3) Mengurangi terjadinya mis understanding, (4) Memotivasi guru
untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam hal media belajar, kreativitas guru
dalam media belajar diarahkan untuk:
- Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
- Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata
C. Peranan Guru Dalam
meningkatkan Kreativitas Siswa
Setiap orang memiliki potensi untuk melakukan
aktifitas yang kreatif. Setiap siswa baru yang memasuki proses belajar, dalam
benak mereka selalu diiringi dengan rasa ingin tahu. Guru pada tahap ini
diharapkan untuk merangsang siswa untuk melakukan apa yang dinamakan dengan learning
skills acquired, misalnya dengan jalan memberi kesempatan siswa untuk
bertanya (questioning), menyelidik (inquiry), mencari (searching),
menerapkan (manipulating) dan menguji coba (experimenting).
Kebanyakan yang terjadi di lapangan adalah aktifitas ini jarang ditemui karena
siswa hanya mendapatkan informasi yang bagi mereka adalah hal yang abstrak.
Rasa ingin tahu siswa harus dijaga dengan cara memberikan kesempatan bagi
mereka untuk melihat dari dekat, memegangnya serta mengalaminya.
Guru diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa
untuk mendemontsrasikan perilaku yang kreatif. Beberapa hal yang dapat dilakukan
oleh guru untuk meningkatkan kreativitas siswa antara lain :
- Guru menghargai hasil-hasil pikiran kreatif siswa
- Guru respek terhadap pertanyaan, ide dan solusi siswa yang tidak biasa (unusual)
- Guru menunjukkan bahwa gagasan siswa adalah memiliki nilai yang ditunjukkan dengan cara mendengarkan dan mempertimbangkan. Padatataran ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada orang lain.
D. Pemanfaatan Komputer
sebagai Wahana Pendukung Kreativitas
Komputer dewasa ini telah dilengkapi dengan kemampuan
yang tak tertandingi oleh peralatan lain, baik dari segi kecepatan maupun
keluwesan penggunaannya. Dalam kaitannyan dengan peningkatan mutu pendidikan,
tidak salah jika komputer menjadi pilihan tepat sebagai media pembelajaran.
Salah satu mata pelajaran yang dapat dibantu dengan berbagai fasilitas di dalam
komputer adalah matematika dan IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) atau yang lebih
akrab disebut dengan MIPA. Mata pelajaran matematikan dan IPA adalah mata
pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi sehingga selama ini
ditakuti siswa sekolah, padahal mata pelajaran matematika dan IPA adalah ilmu
dasar yang mutlak harus dikuasai sebagai langkah awal dalam meletakkan landasan
penguasaan teknologi. Konsep MIPA tidak mungkin dapat dikuasai hanya dengan
membaca buku ataupun menghafal rumus-rumus saja.
Disamping cara ini sangat memerlukan waktu dan tenaga
yang banyak, cara-cara seperti ini dapat menyebabkan berbagai macam
miskonsepsi. Oleh karena itu untuk mengatasi persoalan tersebut, siswa harus
dibawa sedekat mungkin dengan peristiwa alam, misalnya dengan metode
eksperimental atau metode demonstrasi. Dalam hal ini, komputer menjadi media
yang cocok untuk menunjang cara pengajaran seperti itu. Hal ini dikarenakan
komputer memiliki beberapa karakteristik, antara lain :
- Komputer dapat digunakan dimana saja dan kapan saja
- Dapat dipakai dalam proses belajar mengajar baik secara klasikal maupun individual
- Mudah dan murah pembuatannya
- Komputer dapat memvisualisasikan fenomena alam seperti proses aslinya
- Komputer mampu melakukan simulasi, perhitungan data untuk digunakan kapan saja
Secara spesifik, penggunaan komputer sebagai media
bantu pendukung pembelajaran yang kreatif, memiliki beberapa tujuan antara lain
:
- Pelajar lebih mudah memahami konsep-konsep yang diajarkan. Kemampuan siswa dalam hal aplikasi, analisis dan sintesis dapat terus dibina.
- Pelajar lebih berminat dan giat mempelajari mata pelajaran
- Mengurangi terjadinya salah konsep dan verbalisasi, misalnya menghafal
- Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan dan profesinya
Namun, meskipun banyak keuntungan yang bisa diperoleh,
upaya komputerisasi media pendidikan benyak menemui hambatan. Hal ini
disebabkan oleh sedikitnya guru yang mau dan mampu menyusun sebuah aplikasi
presentasi atau program pembelajaran. Selain itu sedikitnya pengetahuan guru
tentang pemrograman dan kurang tersedianya perangkat lunak pembelajaran juga
menjadi kendala yang perlu segera diatasi. Pada dasarnya, banyak guru yang
telah mampu mengoperasionalkan komputer. Namun patut disayangkan penggunaan
komputer masih sebatas sebagai sarana bantu administratif dan bukan untuk
keperluan belajar yang menjadi tugas utamanya.
PERMASALAHAN
Media
pembelajaran bisa terlaksana karena adanya sarana dan prasarana yang memadai. Nah
bagaimana dengan sekolah-sekolah yang kekurangan sarana dan prasarana yang
menunjang untuk timbulnya kreativitas pada guru dan siswa, seperti di
daerah-daerah terpencil. Sehingga membuat seorang guru tersebut menjadi malas
menggunakan media pembelajaran. Karena sarana dan prasarana
pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran
proses pendidikan sebab meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik,
namun tidak didukung dengan alat-alat atau sarana prasarana pendidikan maka hasil
yang dicapai tidak akan sesempurna yang diharapkan.Menurut teman-teman, hal apa yang harus dilakukan agar timbulnya
kreativitas pada guru walaupun kekurangan sarana dan prasarana di sekolah
tersebut?
assalamualaikum wr wb.
BalasHapushaii diati,saya akan mencoba menjawab permasalahan yang diati ajukan. nama saya ririn eka yuliana nim RSA1C114012, menurut pendapat saya cara yang dapat dilakukan untuk membuat guru menjadi kreatif meskipun kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan cara :
1. Mengaplikasikan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan,dimana guru mengajak siswa bisa ke luar kelas dengan tujuan memaksimalkan lingkungan sekolah sebagai alat, media dan sumber belajar yang sesuai.
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan potensi sekolah yang ada, terutama sekolah yang siswanya banyak berasal dari lapisan masyarakat margin proses pembelajarannya disetting yang kreatif inovavatif sehingga mampu beradaptasi dengan berbagai macam situasi.
3. Mendisain pembelajaran oleh “guru kreator” yang dapat menumbuh suburkan kreativitas dan inovasi pembelajaran dengan analisis dan evaluasi untuk penyempurnaan disain berikutnya.
4.menghindari ketegangan terhadap semua pelaku proses pembelajaran. Baik guru maupun siswa diharapkan mampu memnghindari ketegangan sebaliknya nikmati situasi dan kondisi pembelajaran menuju tercapainya kompetensi siswa sesuai KTSP.
5.Biasakan selalu mengamati lingkungan sekolah sehingga dapat menemukan area yang dapat dijadikan alat, media dan sumber belajar siswa.
6.Mengimprovisasi daya kreatif dan inovsi dengan sedikit humor sehat dan seperlunya saja untuk mempertahankan dan mengembangkan semangat inovasinya.
7.Keluar dari dunia sempit menuju dunia luas dengan banyak baca buku bidang seni dan teknologi dapat menambah daya peka berfikir efektif dan efisien.
mungkin hanya itu yang dapat saya tambahkan. semoga dapat membantu :)
apakah dengan begitu guru sudah bisa dikatakan kreatif?
HapusAssalamualaikum saudari mardhyati, saya Putri Bungsu ingin menambahkan jawaban saya, menurut saya kesenjangan mengenai sarana dan prasarana media ajar yang terjadi di sekolah sekolah yang terpencil itu merupakan suatu fenomena yang sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. nah solusi dari permasalahan ini menurut saya, seorang guru tersebut dituntut untuk lebih kreativ lagi dalam mengajarkan suatu pelajaran agar siswa dapat aktif dan terutama memahami mengenai materi yang sedang diajarkan walaupun kekurangan sarana dan prasarana. misalnya pada proses pembelajaran mengenai termokimia, pada materi ini kita tahu bahwa terdapat sebuah praktikum dimana kita akan mengajarkan mengenai perubahan suhu yang di ukur mengenai Qalorimeter, nah jika di sekolah tersebut tidak terdapat media Qalorimeter yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran agar berjalan efisien, maka si guru dapat menyiasati Qalorimeter tadi dengan membuat Qalorimeter sederhana. cara membuat Qalorimeter sederhana ini pun tidak begitu sulit. dan bahan bahan yang diperlukan pun sangat mudah untuk di temukan. semoga membantu..
BalasHapusjadi dapat disimpulkan bahwa dengan keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah maka dituntut kreatifan guru untuk mengelola kelas dengan memanfaatkan bahan di sekitarnya.
BalasHapusMenurut saya untuk menjadikan seorang guru yang kreatif meskipun kekurangan sarana dan prasarana yaitu dengan cara diantaranya adalah :
BalasHapus1. Mengaplikasikan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan,dimana guru mengajak siswa bisa ke luar kelas dengan tujuan memaksimalkan lingkungan sekolah sebagai alat, media dan sumber belajar yang sesuai.
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan potensi sekolah yang ada, terutama sekolah yang siswanya banyak berasal dari lapisan masyarakat margin proses pembelajarannya disetting yang kreatif inovavatif sehingga mampu beradaptasi dengan berbagai macam situasi.
3. Mendisain pembelajaran oleh “guru kreator” yang dapat menumbuh suburkan kreativitas dan inovasi pembelajaran dengan analisis dan evaluasi untuk penyempurnaan disain berikutnya.
Hala apa yang dpat dilakukan oleh guru tsb walupun sarana dan prasarana tdk memadai diantaranya dg memanfaatkan bahan bahan yang yersedia alam.. dapat melaukukan percobaan larutan elektrolit dg merancang alat menggunakan barang bekas misalnya.. kemudian bisa membuat poster ataupun hal lain yh memudahkan kita dlam pemgerjaan nya dan bahab tersedia.
BalasHapus