Rabu, 22 Maret 2017

Ujian MID Semester Workshop Pendidikan Kimia

















JAWABAN :

1.
a.) 
 

b.) hidrokarbon terdiri atas alkana, alkena, dan alkuna. Dimana alkana, alkena dan alkuna mengalami isomeri. Untuk produksi yang dihasilkan dari alkan adalah pengilangan minyak dan hasil yang didapat dari pengilangan minyak itu adalah petroleum. Petroleum bisa digunakan untuk campuran pada bahan lotion (hand body). Untuk produksi pada alkena adalah mentega dan memiliki kadar minyak jenuh. Kemudian untuk produksi dari alkuna adalah gas asetilen.



2. contoh materinya : Titrasi Asam-Basa
Representasi makroskopik dalam materi titrasi asam-basa diperoleh dari aktivitas eksperimen dengan mengamati gejala makroskopik dari hasil percobaan yaitu terjadinya perubahan warna dari indikator. Kesalahan pemahaman makroskopik yang teridentifikasi adalah siswa tidak memahami bahwa warna yang ditunjukkan oleh indikator berhubungan dengan sifat larutan. Level mikroskopik tidak dapat dipisahkan dari dua level representasi yang lainnya karena mengandung informasi yang saling terkait (inter-connectedness) dengan dua level representasi yang lainnya. Kesalahan pemahaman mikroskopik yang teridentifikasi adalah siswa tidak dapat memberikan gambaran mikroskopik dari larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah, basa lemah, dan larutan garam karena mereka tidak memahami ionisasi yang terjadi. Kemudian fenomena makroskopik yang ditimbulkan tersebut direpresentasikan secara simbolik dengan menggunakan persamaan reaksi dan menentukan pH larutan menggunakan persamaan matematika. Kesalahan pemahaman simbolik yang teridentifikasi adalah: (i) siswa tidak dapat menulis reaksi ionisasi; dan (ii) siswa tidak dapat memilih rumus yang digunakan untuk menghitung pH larutan. Adanya informasi yang saling terkait antara tiga level representasi ini menyebabkan siswa harus mampu ‘bergerak’ dari satu level representasi ke level representasi yang lainnya.

3.
a.) Hambatan :
-    kesulitan guru dalam memahami KI dan KD, hal ini dikarenakan guru masih bingung bagaimana cara mengajarkannya dan penilaiannya
-    kurangnya kemampuan dan pengetahuan guru , karena guru belum mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengamati fenomena yang terjadi yang berhubungan dengan materi pelajarannya.
-         RPP masih terpaku pada buku guru dan buku siswa
-         Guru masih kaku dalam penerapan pendekatan saintifik yang paradigmanya “student center”
-        Guru mengalami kesulitan dengan pendekatan berbasis saintifik (5 M)
-         Kemampuan guru dalam menyusun rubrik penilaian dan adanya penilaian subyektifitas guru masih kurang
-         Siswa sulit menerapkan k13, karena siswa yang dituntut aktif
-         Kurangnya sarana dan prasarana untuk pembelajaran kimia seperti alat dan bahan yang ada di laboratorium
-        Sekolah yang memiliki laboratorium penggunaannya masih kurang optimal

b.)
 







4.
a.) manfaat penilaian otentik bagi siswa :
-          Meningkatkan kreativitas pada siswa
-          Merefleksikan keterampilan dan pengetahuan di dunia nyata pada siswa
-          Berfokus pada keterampilan analisis dan keterpaduan pengetahuan
-          Menekankan kepada keterpaduan pembelajaran di sepanjang waktu
-          Meningkatkan keterampilan lisan dan tertulis, karena siswa dituntut aktif dalam penilaian otentik
-          Siswa langsung dihubungkan dengan kegiatan asesmen, kegiatan pengajaran, dan tujuan pembelajaran
-          Dapat meningkatkan keterampilan lisan dan tertulis, karena siswa juga harus aktif

b.) Untuk penilaian otentik pada praktikum kimia yaitu dengan peniliaiankinerja. Dimana penilaian kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan (task) siswa dinilai melalui pengamatan menggunakan lembar pengamatan. Beberapa cara untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja adalah melalui daftar cek (checklist), catatan ankdot/narasi, skala penilaian, dan memori atau ingatan. Dan juga untuk lembar pengamatan kegiatan praktikumnya dapat dibuat seperti aspek kinerja yang diharapkan yaitu persiapan sebelum praktikum, selama kegiatan praktikum dan sesudah praktikum. Dengan dibuatnya lembar pengamatan penilaian autentik pada praktikum dapat memberikan penilaian yang adil bagi siswa dan juga berdasarkan kinerja yang dilakukan oleh siswa. Contohnya kualitas penyelesaian, keterampilan menggunakan alat-alat, kemampuan menganalisis, kemampuan mengambil keputusan berdasarkan amplikasi informasi yang diberikan, kemampuan membaca menggunakan seperti diagram, garam-garam dan simbol-simbol.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran Kimia

1. Penelitian Tindakan Kelas Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M.Nur, 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu b...