Selasa, 21 Maret 2017

KETERAMPILAN DASAR (Basic Skill) DALAM LABORATORIUM

Basic skill lab merupakan metode pembelajaran dimana peserta didik/ siswa melaksanakan kegiatan latihan atau praktek agar memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari teori yang telah dipelajari. Metode ini umumnya dilaksanakan dalam pendidikan kejuruan, pendidikan profesi, dan diklat (pendidikan dan pelatihan).
Sebagai suatu metode pembelajaran, praktikum merupakan suatu bentuk proses belajar mengajar untuk mengembangkan dimensi ketrampilan kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa secara bersama-sama, sebagai dasar dari perilaku dengan menggunakan berbagai wujud dan sarana laboratorium. Melalui pembelajaran, perilaku tersebut diwujudkan sebagai ketrampilan intelektual dan ketrampilan verbal (Sudarman,2004). Di samping itu, pertimbangan bahwa mahasiswa sebagai layaknya adalah orang dewasa, memerlukan proses pembelajaran berdasarkan pengalaman – ‘experensial learning‘.
Secara garis besar, untuk belajar secara efektif dari kegiatan praktikum dan studi lapanganan, pembahasan di bawah ini membagi menjadi tiga tahapan, yaitu persiapan sebelum praktikum, selama praktikum dan setelah praktikum.
1. Persiapan Sebelum Praktikum
Seperti juga BELAJAR DARI KULIAH, agar praktikum atau studi lapangan ini dapat memberikan menfaat yang maksimal, mahasiswa memerlukan persiapan-persiapan yang memadai. Sebagai persiapan yang juga perlu dilakukan pada minimal 1hari sebelum melakukan praktikum atau studi lapanganan adalah :
         ·            Mengetahui dan memahami disiplin dalam lingkungan di laboratorium; Untuk kegiatan praktikum pertama, biasanya asisten/dosen menjelaskan tentang Tata tertib selama praktikum, peralatan dan kegunaaanya.
         ·            Memahami tujuan, kegunaan dan makna dari praktikum yang akan dilakukan;
         ·            Mengetahui semua alat-alat yang akan digunakan, prinsip kerja dan cara penggunaannya ;
         ·            Mempelajari teori yang berkaitan; Pengetahuan tentang teori ini biasanya menjadi prasyarat mengikuti suatu praktikum yang dipertanyakaan sesaat sebelum praktikum dilakukan (responsi).
         ·            Membuat ringkasan prosedur atau protokol kerja yang akan dilakukan; mempersiapkan pertanyaan yang mungkin muncul dari persiapan ini.
         ·            Mengecek dan menyelesaikan semua tugas praktikum sebelumnya;
2. Selama Pelaksanaan Praktikum
Sebagaimana telah diuraikan bahwa biasanya suatu praktikum berlangsung dalam kelompok-kelompok 4-6 orang. Savin-Baden dan Major (2004) menyatakan bahwa jumlah anggota dalam satu kelompok belajar, sebaiknya tidak lebih dari 3 orang. Setiap anggota kelompok memiliki peran-kontribusi yang sama bagi kerhasilan kelompok. Untuk itu diperlukan kerja sama yang kompak antar anggota.
Setelah semua peralatan/instrumen yang diperlukan lengkap tersedia, maka praktikum dilakukan mengikuti prosedur dalam buku penuntun atau petunjuk yang diberikan instruktur. Selanjutnya, sebagai suatu kegiatan belajar, maka selama praktikum hendaknya :
         ·            setiap anggota aktif memanfaatkan waktu dan peralatan/instrumen praktikum untuk meningkatkan kemampuan masing-masing, tidak hanya menonton aktivitas yang ditunjukkan anggota lainnya.
         ·            melakukan pengamatan/observasi secara seksama dan mencatat segala sesuatu sesuai dengan petunjuk/tujuan praktikum ;
         ·            berfikir kritis dan kreatif menginterpretasikan hasil pengamatan : persamaan dan perbedaan dengan teori/pengetahuan yang dimiliki; dan tentang teknik dan peralatan yang digunakan; selanjutnya membuat catatan tambahan tentang perihal tersebut untuk memberikan makna yang lebih mendalam dari praktikum yang dilakukan.
         ·            mendiskusikan hasil pengamatan di antara anggota dalam kelompok, dan jika diperlukan lakukan pengamatan ulang, atau membandingkan dengan hasil pengamatan kelompok lain, atau tanggapan dari instruktur;
         ·            membuat laporan sementara; di banyak laboratorium, laporan sementara dibuat segera setelah praktikum selesai.
         ·            mencatat informasi-informasi penting dan tugas-tugas yang diberikan oleh instruktur baik untuk kelompok ataupun setiap anggota.

3. Setelah Praktikum
Sebagai kelanjutan dari kegiatan praktikum ini adalah membuat laporan praktikum. Laporan praktikum hendaknya tidak hanya melaporkan hasil praktikum, tetapi juga mendiskusikan hasil tersebut (dalam kelompok) sejauh pendalaman teori yang dilakukan dan didukung oleh pustaka-pustaka yang relevan.
Di samping laporan praktikum, catatan tambahan hendaknya juga dibuat untuk memberikan makna dari praktikum yang telah dilakukan, yaitu mengintegrasikan hasil-hasil yang diperoleh dari teori dan problema yang nyata. Pemaknaan ini merupakan hasil penghayatan yang mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang teori yang diperoleh dari perkuliahan.
Laporan praktikum dan catatan-catatan tambahan hendaknya dibuat dan diselesaikan dalam 1-2 hari setelah praktikum, terutama untuk menghindari hal-hal penting terlupakan.

PERMASALAHAN :
Seperti yang kita tahu anggota praktikum itu terdiri dari beberapa orang seperti 3-5 orang, basic skill apa yang diperlukan saat selama praktikum untuk kerja sama yang kompak antar anggota?

4 komentar:

  1. menurut saya untuk membangun kekompakan antar anggota dalam melaksanakan praktikum yaitu dengan menyadari masing - masing anggota memiliki kewajiban untuk melaksanakan praktikum dan memiliki tugas serta tanggung jawab masing- masing . hal ini diperlukan agar praktikum dapat berjalan dan waktu yang diberikan oleh asisiten dosen pun dapat terpenuhi. apabila semua memilki rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang sudah diberikan maka semua akan berjalan. dan praktikum dapat terlaksana dengan baik..

    BalasHapus
  2. Iya saya setuju dengan saudari ririn diatas, basic skill yang kita butuhkan untuk kerja sama dalam kelompok dengan menyadari bahwa dalam praktikum kita dibentuk kelompok dan didalam kelompok itu kita memiliki kewajiban sendiri-sendiri untuk dilaksanakan tidak hanya dilakukan oleh beberapa orang kelompok saja namun semua wajib melakukan dan saling bekerja sama satu sama lainnya.

    BalasHapus
  3. yang paling utama yang harus dimiliki oleh sorang praktikan dalam kelompok adalah memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki tenggang rasa serta, memiliki rasa kepedulian antar sesama anggota kelompok.
    seperti yang dijelaskan oleh Ahmadi, 1999 bahwa : "Sebagai anggota kelompok peranan muncul apabila seseorang hidup bersama dengan manusia lain dalam suatu ruang lingkup yang sama. Ia akan sadar peranannya sehingga dapat dipelajari seiring dengan pengalaman berkelompok yang dimilikinya".

    BalasHapus
  4. jadi dapat saya simpulkan dari jawaban teman-teman, basic skill yang dibutuhkan untuk kerja sama dalam kelompok adalah dengan memiliki rasa kepedulian dan rasa toleransi antar anggota kelompok

    BalasHapus

Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran Kimia

1. Penelitian Tindakan Kelas Menurut Tim Pelatih Proyek PGSM (M.Nur, 2001) dikemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu b...