Basic skill lab merupakan metode pembelajaran dimana peserta didik/
siswa melaksanakan kegiatan latihan atau praktek agar memiliki ketegasan atau
ketrampilan yang lebih tinggi dari teori yang telah dipelajari. Metode ini umumnya
dilaksanakan dalam pendidikan kejuruan, pendidikan profesi, dan diklat
(pendidikan dan pelatihan).
Sebagai suatu metode pembelajaran, praktikum merupakan suatu bentuk
proses belajar mengajar untuk mengembangkan dimensi ketrampilan kognitif,
afektif dan psikomotorik mahasiswa secara bersama-sama, sebagai dasar dari perilaku
dengan menggunakan berbagai wujud dan sarana laboratorium. Melalui
pembelajaran, perilaku tersebut diwujudkan sebagai ketrampilan intelektual dan ketrampilan
verbal (Sudarman,2004). Di samping itu, pertimbangan bahwa mahasiswa sebagai
layaknya adalah orang dewasa, memerlukan proses pembelajaran berdasarkan
pengalaman – ‘experensial learning‘.
Secara garis besar, untuk belajar secara efektif dari
kegiatan praktikum dan studi lapanganan, pembahasan di bawah ini membagi
menjadi tiga tahapan, yaitu persiapan sebelum praktikum, selama praktikum dan
setelah praktikum.
1. Persiapan Sebelum Praktikum
Seperti juga BELAJAR
DARI KULIAH, agar praktikum atau studi lapangan ini dapat memberikan menfaat
yang maksimal, mahasiswa memerlukan persiapan-persiapan yang memadai. Sebagai
persiapan yang juga perlu dilakukan pada minimal 1hari sebelum melakukan
praktikum atau studi lapanganan adalah :
·
Mengetahui dan memahami disiplin dalam lingkungan di laboratorium;
Untuk kegiatan praktikum pertama, biasanya asisten/dosen menjelaskan tentang Tata
tertib selama praktikum, peralatan dan kegunaaanya.
·
Memahami tujuan, kegunaan dan makna dari praktikum yang akan
dilakukan;
·
Mengetahui semua alat-alat yang akan digunakan, prinsip kerja dan
cara penggunaannya ;
·
Mempelajari teori yang berkaitan; Pengetahuan tentang teori ini
biasanya menjadi prasyarat mengikuti suatu praktikum yang dipertanyakaan sesaat
sebelum praktikum dilakukan (responsi).
·
Membuat ringkasan prosedur atau protokol kerja yang akan
dilakukan; mempersiapkan pertanyaan yang mungkin muncul dari persiapan ini.
·
Mengecek dan menyelesaikan semua tugas praktikum sebelumnya;
2. Selama Pelaksanaan Praktikum
Sebagaimana telah
diuraikan bahwa biasanya suatu praktikum berlangsung dalam kelompok-kelompok
4-6 orang. Savin-Baden dan Major (2004) menyatakan bahwa jumlah anggota dalam
satu kelompok belajar, sebaiknya tidak lebih dari 3 orang. Setiap anggota
kelompok memiliki peran-kontribusi yang sama bagi kerhasilan kelompok. Untuk
itu diperlukan kerja sama yang kompak antar anggota.
Setelah semua peralatan/instrumen
yang diperlukan lengkap tersedia, maka praktikum dilakukan mengikuti prosedur
dalam buku penuntun atau petunjuk yang diberikan instruktur. Selanjutnya,
sebagai suatu kegiatan belajar, maka selama praktikum hendaknya :
·
setiap anggota aktif memanfaatkan waktu dan peralatan/instrumen
praktikum untuk meningkatkan kemampuan masing-masing, tidak hanya menonton
aktivitas yang ditunjukkan anggota lainnya.
·
melakukan pengamatan/observasi secara seksama dan mencatat segala
sesuatu sesuai dengan petunjuk/tujuan praktikum ;
·
berfikir kritis dan kreatif menginterpretasikan hasil pengamatan :
persamaan dan perbedaan dengan teori/pengetahuan yang dimiliki; dan tentang
teknik dan peralatan yang digunakan; selanjutnya membuat catatan tambahan
tentang perihal tersebut untuk memberikan makna yang lebih mendalam dari
praktikum yang dilakukan.
·
mendiskusikan hasil pengamatan di antara anggota dalam kelompok,
dan jika diperlukan lakukan pengamatan ulang, atau membandingkan dengan hasil
pengamatan kelompok lain, atau tanggapan dari instruktur;
·
membuat laporan sementara; di banyak laboratorium, laporan
sementara dibuat segera setelah praktikum selesai.
·
mencatat informasi-informasi penting dan tugas-tugas yang
diberikan oleh instruktur baik untuk kelompok ataupun setiap anggota.
3. Setelah Praktikum
Sebagai kelanjutan dari
kegiatan praktikum ini adalah membuat laporan praktikum. Laporan praktikum
hendaknya tidak hanya melaporkan hasil praktikum, tetapi juga mendiskusikan
hasil tersebut (dalam kelompok) sejauh pendalaman teori yang dilakukan dan
didukung oleh pustaka-pustaka yang relevan.
Di samping laporan
praktikum, catatan tambahan hendaknya juga dibuat untuk memberikan makna dari
praktikum yang telah dilakukan, yaitu mengintegrasikan hasil-hasil yang
diperoleh dari teori dan problema yang nyata. Pemaknaan ini merupakan hasil
penghayatan yang mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang teori yang diperoleh
dari perkuliahan.
Laporan praktikum dan
catatan-catatan tambahan hendaknya dibuat dan diselesaikan dalam 1-2 hari
setelah praktikum, terutama untuk menghindari hal-hal penting terlupakan.
PERMASALAHAN :
Seperti yang kita tahu anggota praktikum itu terdiri
dari beberapa orang seperti 3-5 orang, basic skill apa yang diperlukan saat selama
praktikum untuk kerja sama yang kompak antar anggota?
menurut saya untuk membangun kekompakan antar anggota dalam melaksanakan praktikum yaitu dengan menyadari masing - masing anggota memiliki kewajiban untuk melaksanakan praktikum dan memiliki tugas serta tanggung jawab masing- masing . hal ini diperlukan agar praktikum dapat berjalan dan waktu yang diberikan oleh asisiten dosen pun dapat terpenuhi. apabila semua memilki rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang sudah diberikan maka semua akan berjalan. dan praktikum dapat terlaksana dengan baik..
BalasHapusIya saya setuju dengan saudari ririn diatas, basic skill yang kita butuhkan untuk kerja sama dalam kelompok dengan menyadari bahwa dalam praktikum kita dibentuk kelompok dan didalam kelompok itu kita memiliki kewajiban sendiri-sendiri untuk dilaksanakan tidak hanya dilakukan oleh beberapa orang kelompok saja namun semua wajib melakukan dan saling bekerja sama satu sama lainnya.
BalasHapusyang paling utama yang harus dimiliki oleh sorang praktikan dalam kelompok adalah memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki tenggang rasa serta, memiliki rasa kepedulian antar sesama anggota kelompok.
BalasHapusseperti yang dijelaskan oleh Ahmadi, 1999 bahwa : "Sebagai anggota kelompok peranan muncul apabila seseorang hidup bersama dengan manusia lain dalam suatu ruang lingkup yang sama. Ia akan sadar peranannya sehingga dapat dipelajari seiring dengan pengalaman berkelompok yang dimilikinya".
jadi dapat saya simpulkan dari jawaban teman-teman, basic skill yang dibutuhkan untuk kerja sama dalam kelompok adalah dengan memiliki rasa kepedulian dan rasa toleransi antar anggota kelompok
BalasHapus