Inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa sangat
perlu dilakukan terutama dalam upaya mendorong pergeseran pembelajaran dari
pembelajaran konvensional kepada pembelajaran mandiri dan terstruktur yang
dapat meningkatkan penguasaan siswa di dalam konsep ilmu dan sekaligus membuat
kesan pembelajaran semakin lama dapat diingat oleh siswa (Montelongo dan
Herter, 2010; Tompkins, dkk., 2006). Inovasi dalam pendidikan sering
dihubungkan dengan pembaharuan yang berasal dari hasil pemikiran kreatif,
temuan dan modifikasi yang memuat ide dan metode yang dipergunakan untuk
mengatasi suatu permasalahan pendidikan. Inovasi pendidikan juga termasuk suatu
rencana atau pola yang dapat dipergunakan untuk membangun bahan instruksional
pembelajaran di dalam kelas atau di luar kelas (Situmorang, dkk., 2010; Riskin,
dkk., 2006), termasuk diantaranya adalah buku ajar. Dengan demikian,
inovasi pembelajaran di dalam buku ajar sangat mendesak diimplementasikan agar
penyampaian materi menjadi terfokus dan dapat mendukung pencapaian kompetensi
siswa dalam belajar (Situmorang dan Saragih, 2013; Douthwaite, dkk., 2009).
Buku ajar sebagai sumber belajar sangat penting mendapat perhatian
karena dapat melengkapi, memelihara, dan memperkaya khasanah belajar,
meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik. Buku ajar yang baik,
standar dan inovatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena siswa
termotivasi untuk menggunakan buku di dalam kelas saat pembelajaran maupun di
luar kelas untuk pengayaan dan pembelajaran mandiri (Situmorang, 2013). Dengan
demikian, pendayagunaan sumber belajar secara maksimal akan dapat menggali ilmu
pengetahuan secara lengkap sesuai dengan tingkat perkembangan pebelajar
(Jippes, dkk., 2010; Bentley, dkk., 2010). Buku ajar yang baik
harus selalu mengikuti perkembangan teknologi, seni dan realitas kehidupan di
dalam masyarakat yang semakin mengglobal (Ho, dkk., 2009; Corrigan,
dkk.; 2009; Howe, 2009).
Buku ajar dapat menjadi media pembelajaran yang sangat berarti
apabila dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk membawa suatu informasi
akurat dari sumber belajar kepada pembelajar. Buku ajar merupakan sumber
belajar yang sangat penting untuk mendukung tercapainya kompetensi yang menjadi
tujuan pembelajaran, sehingga diyakini sebagai guru yang baik, setia, objektif,
tidak pernah jemu, dan menjadi jendela informasi (Zevenbergen, dkk., 2010).
Buku ajar adalah media komunikasi yang sangat tepat untuk menginformasikan
ilmu, teknologi, seni, agama, dan ide-ide sehingga sangat tepat dijadikan
sebagai pegangan siswa dalam pembelajaran. Agar buku ajar dapat efektif
menunjang pencapaian kompetensi dan bermakna terhadap prestasi belajar, maka
buku-buku pelajaran harus memenuhi standar mutu (Labov, 2006).
Inovasi
Pembelajaran Kimia
Inovasi
pembelajaran sangat bermanfaat diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA
terutama untuk menjadikan pembaca buku lebih mudah memahami dan mengerti konsep
materi kimia yang abstrak dan kompleks menjadi bahan yang nyata dan lebih
sederhana (Situmorang, dkk., 2010; Goto, dkk., 2010; Alberts, 2009).
Inovasi pembelajaran kimia adalah suatu pendekatan pengajaran meliputi
strategi, metode dan prinsip pengajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran
kimia di SMA/MA (Situmorang, 2004). Inovasi pembelajaran kimia juga mengalami
perkembangan sejalan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. Melalui
inovasi maka pembelajaran yang ada dikembangkan dan ditingkatkan untuk
melahirkan pembelajaran baru yang menarik (Levine-Rasky, 2009; Dolan,
2009). Beberapa inovasi pembelajaran yang telah berhasil dipergunakan dalam
pembelajaran kimia diantaranya adalah inovasi pembelajaran menggunakan kegiatan
laboratorium dan non laboratorium, inovasi pembelajaran menggunakan media, dan
inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi (Situmorang, dkk., 2011;
Situmorang dan Sinaga, 2006).
Media
pendidikan dapat diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA karena berbagai
media pendidikan yang sesuai dapat dipergunakan untuk membuat bahan ajar lebih
sistematis sehingga akan membantu pembaca buku lebih mudah mengerti terhadap
konsep-konsep kimia yang rumit dan kompleks (Simatupang dan Situmorang, 2013).
Media pendidikan dapat dipergunakan untuk membangun pemahaman dan penguasaan
objek pendidikan (Situmorang dan Situmorang, 2009). Beberapa media pendidikan
yang sering dipergunakan dalam pembelajaran diantaranya media cetak,
elektronik, model dan peta (Silitonga dan Situmorang, 2009). Media cetak banyak
dipergunakan untuk pembelajaran dalam menjelaskan materi pelajaran yang
kompleks sebagai pendukung buku ajar. Pembelajaran dengan menggunakan media
cetak akan lebih efektif jika bahan ajar sudah dipersiapkan dengan baik yang
dapat memberikan kemudahan dalam menjelaskan konsep yang diinginkan kepada
siswa. Media elektronik seperti video banyak dipergunakan di dalam pembelajaran
kimia (Situmorang dan Situmorang, 2009). Penggunaan video sangat baik
dipergunakan untuk membantu pembelajaran, terutama untuk memberikan penekanan
pada materi kuliah yang sangat penting untuk diketahui oleh siswa. Harus
disadari bahwa video bukan diperuntukkan untuk menggantungkan pengajaran pada
materi yang diperlihatkan pada video, sehingga pengaturan penggunaan waktu
dalam menggunakan video sangat perlu, misalnya maksimum 20 menit. Inovasi
pembelajaran dengan menggunakan video dalam percobaan yang menuntut ketrampilan
seperti pada kegiatan praktikum sangat efektif bila dilakukan dengan penuh
persiapan. Sebelum praktikum dimulai, video dipergunakan untuk membatu siswa
memberikan arahan terhadap apa yang harus mereka amati selama percobaan.
Selanjutnya, video diputar kembali pada akhir praktikum untuk mengklarifikasi
hal-hal penting yang harus diketahui oleh mahasiswa dari percobaan yang sudah
dilakukan (Silitonga dan Situmorang, 2009). Teknologi informasi sangat menolong
di dalam pengembangan buku ajar Kimia SMA/MA karena ketersediaan berbagai
software yang baik memungkinkan untuk menyediakan ilustrasi yang sesuai di
dalam buku ajar sehingga memudahkan dalam mempelajari konsep kimia yang abstrak
dan rumit menjadi lebih sederhana (Situmorang dan Situmorang, 2009). Adaptasi
teknologi baru terhadap kebutuhan pembelajaran bidang sain menjadi salah satu
sasaran inovasi pembelajaran. Kemajuan dalam teknologi komunikasi dan informasi
telah memudahkan manusia untuk dapat saling berhubungan dengan cepat, mudah dan
terjangkau serta potensil untuk inovasi model pembelajaran (Williamson,
dkk., 2006). Pendekatan penggunaan teknologi baru yang dipadukan dengan
teori paedagogik telah melahirkan pembelajaran e-learning. E-learning
telah memberikan pengaruh sangat besar dalam inovasi pembelajaran. E-Learning
identik dengan penggunaan teknologi internet untuk menyampaikan materi
pelajaran.
Buku ajar kimia
yang baik sangat diperlukan di dalam pembelajaran, terutama sebagai sumber
belajar melengkapi penjelasan guru terhadap konsep, ilustrasi, contoh soal,
instruksi kegiatan laboratorium, dan aplikasi sehingga pesan pembelajaran dapat
diterima oleh pebelajar secara lengkap. Buku pelajaran kimia minimal disusun
terdiri atas kesatuan materi bahan ajar, kegiatan laboratorium yang mendukung
materi ajar, contoh soal, dan latihan yang relevan sehingga materi ajar dapat
dipahami oleh pembaca denga baik. Buku ajar kimia yang baik akan menyajikan
materi pelajaran secara sistematis dengan bahasa yang mudah dimengerti, mampu
merangsang pebelajar untuk berfikir lebih luas, kreatif, dan reflektif sehingga
peserta didik beroleh pengalaman belajar yang bermakna. Di dalam buku ajar
perlu disediakan ruang pengayaan materi sebagai sarana pendalaman sehingga
memberi kesempatan kepada pembaca untuk belajar sesuai dengan kecepatan
belajarnya. Buku pelajaran kimia harus dilengkapi dengan penjelasan lengkap
terhadap konsep, teori, dan hubungan kontekstual untuk menghindarkan pembaca
dari misskonsepsi. Di samping itu, kelengkapan buku ajar berupa ilustrasi,
gambar, diagram, grafik, dan tabulasi data yang sesuai akan dapat meningkatkan
pemahaman pembaca terhadap isi materi yang dijelaskan sekaligus memberikan
menolong pembaca untuk memahami isi materi secara cepat.
PERMASALAHAN :
Inovasi
pembelajaran sangat bermanfaat diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia. Seperti
apa buku ajar kimia yang inovatif dan apa keuntungan menggunakannya dalam
pembelajaran kimia?
Buku ajar yang memuat materi yang lengkap, padat dan mudah dipahami siswa. Disamping itu juga memuat berbagai macam contoh soal dari tiap materi dalam buku ajar tersebut. Keuntungannya, siswa menjadi lebih mudah mempelajari mata pelajaran kimia baik itu dalam kelas maupun untuk belajar sendiri di rumah.
BalasHapusPastinya setiap buku ajar dituntut untuk yang memuat materi yang lengkap, padat dan mudah dipahami siswa. Namun disini inovasi dari buku ajar itu contohnya seperti buku apa? Apakah seperti E-Book yang bisa dibawa kemana-mana?
HapusInovasi pembelajaran sangat bermanfaat diintegrasikan di dalam buku ajar Kimia SMA/MA terutama untuk menjadikan pembaca buku lebih mudah memahami dan mengerti konsep materi kimia yang abstrak dan kompleks menjadi bahan yang nyata dan lebih sederhana
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus