1. Definisi Diagnosa Kesulitan Belajar
Definisi diagnosis kesulitan belajar
terdapat dua istilah yang perlu dipahami terlebih dahuluyaitu istilah diagnosis
dan kesulitan belajar. Menurut Harriman dalambukunya Hand book of
Psychologicalerm, diagnosis adalah suatu analisis terhadap kelainan atau salah
penyesuaian dari pola gejala-gejalnya. Jadi diagnosis merupakan proses
pemeriksaan terhadap hal-hal yang dipandang tidak beres atau bermasalah.
Selanjudnya pengertian kesulitan belajaradalah suatu gejala yang nampak pada
peserta didik yang ditandai dengan adanya prestasi belajar yang rendah atau di
bawah norma – norma yang telah ditetapkan bahwa kesulitan belajar itu
menunjukkan adanya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan
prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang dicapai oleh
peserta didik. Dalam proses pembelajaran, tugas guru tidak hanya sekedar
menyampaikan atau mentransfer ilmu atau bahan pelajaran kepada peserta didik.
Guru sebagai pendidik dituntut untuk bertanggung jawab atas perkembangan
peserta didik. Kegiatan memahami kesulitan belajar peserta didik ini dikenal
dengan istilah diagnosis kesulitan belajar.
2. Ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar
Moh. Surya (1978) mengemukakan bahwa ciri-ciri siswa
yang mengalami kesulitan belajar adalah sebagai berikut :
- Menunjukkan adanya hasil belajar yang rendah.
- Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan.
- Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar .
- Menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar.
- Menunjukkan perilaku yang berkelainan.
- Menunjukkan gejala emosi yang kurang wajar.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Kesulitan belajar
Latar belakang terjadinya
kesulitan belajar atau ketidakberesan dalam belajar banyak sekali macam
ragamnya, tetapi bila penyebab kesulitan belajar itu dikaitkan dengan
faktor-faktor yang berperanan dalam belajar, maka penyebab kesulitan
belajar itu dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu faktor yang
berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) yang meliputi kemampuan
intelektual , afeksi seperti perasaan dan percaya diri, motivasi, kematangan
untuk belajar, usia, jenis kelamin,kebiasaan belajar, kemampuan mengingat dan
kemampuan pengindraan seperti melihat, mendengarkan dan merasakan sedang faktor
yang berasal dari luar pelajar (eksternal) meliputi faktor-faktor yang
berkaitan dengan kondisi proses pembelajaran yang meliputi guru, kualitas
pembelajaran, instrumen atau fasilitas pembelajaran baik yang berupa hardware
maupun software serta lingkungan.
Menurut Noehi Nasution (1992:215), faktor-faktor yang
mempengaruhi kesulitan belajar adalah sebagai berikut :
- Rendahnya kemampuan intelektual anak.
- Gangguan perasaaan atau emosi.
- Kurangnya motivasi untuk belajar.
- Kurang matangnya anak untuk belajar.
- Usia terlampau muda.
- Latar belakang sosial yang tidak menunjang.
- Kebiasaan belajar yang kurang baik.
- Kemampuan mengingat yag rendah.
- Terganggunya alat-alat indra.
- Proses belajar mengajar yang tidak sesuai .
- Tidak adanya dukungan dari lingkungan belajar.
4. Langkah-langkah pelaksanaan diagnosa kesulitan
belajar
Guru dalam proses pembelajaran
meghadapi peserta didik yang beranekaragam karakteristiknya . Perbedaan peserta
didik berkaitan dengan kapasitas intelektual, ketrampilan, motivasi, sikap ,
kemampuan ,minat,latar belakang kehidupan keluarganya , dan lain-lain.
Perbedaan ini cenderung berakibat adanya perbedaan dalam belajar bagi peserta
didik baik dalam kecakapan belajarnya maupun keberhasilan belajar yang
dicapainya. Langkah-langkah pelaksanaan diagnosa kesulitan belajar yaitu :
- Mengidentifikasi peserta didik yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar dapat diketahui melalui :
- Analisis perilaku :
Peserta didik yang mengalami
kesulitan belajardat diketahui melalui observasi atau laporan proses
pembelajaran. Dalam proses pembelajaran dapat diketahui melalui cepat lambatnya
menyelesaikan tugas, kehadiran dan ketekunan dalam proses pembelajaran, peran
serta dalam megerjakan tugas kelompok, kemampuan kerja sama dan penyesuaian
sosial.
- Analisis prestasi belajar:
Analisis prestasi belajar dapat
diketahui dengan cara menghimpun dan menganalisis hasil belajar serta
menafsirkannya.
2. Melokalisasi letak kesulitan belajar
Untuk melokalisasi letak kesulitan
belajar dapat dilakukan dengan cara mengetahuidalam mata pelajaran atau bidang
studi apa kesulitan itu terjadi kemudian aspek ataubagian mana kesulitan
belajar dirasakan oleh peserta didik.
Untuk mengetahui mata pelajaran
siswa yang mengalami kesulita belajardapat dilakukan dengan cara membandingkan
nilai yang diperoleh siswa dengan nilairata-rata dari masing-masing bidang
studi , sedangkan untuk mengetahuiaspek atau bagian mana kesulitan belajar yang
dirasakan peserta didik dapat dilakukan dengan memeriksa hasil pekerjaan.
3. Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar
Untuk mengetahui faktor penyebab
kesulitan belajar dapat dilakukan dengan cara meneliti faktor-faktor yang ada
pada peserta didik (internal)dan faktor-faktor yang berada di luar peserta
didik (eksternal) yang menghambat proses belajar.
4. Memperkirakan alternatif bantuan
Langkah yang akan ditempuh dengan cara menjawab
beberapa pertanyaan berikut ini :
- Apakah peserta didik masih mungkin ditolong untuk mengatasi kesulitan nya?
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan utuk mengatasi kesulitan peserta didik ?
- Kapan dan dimana pertolongan dapat diberikan kepada peserta didik ?
- Siapa yang memberikan pertolongan ?
- Menetapkan kemungkinan cara mengatasinya
Langkah ini merupakan langkah untuk
menentukan bantuan atau usaha penyembuhan yang diperlukan peserta didik ,
selanjutnya rencana pemberian bantuan harus disesuaikan dengan jenis kesulitan
yang dialami peserta didik. Bantuan dapat diberikan melalui program remedial
atau pengajaran perbaikan,layanan BK, program referal yaitu mengirimkan peserta
didik kepada ahli yang berkompeten dalam mengatasi kesulitan belajar peserta
didik.
- Tindak lanjut
Ini merupakan langkah terakhir yang berupa
kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
- Memberikan pertolongan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar sebagai peneraan program bantuan yang telah ditetapkan pada langkah sebelumnya.
- Melibatkan berbagai pihak yang dipandang dapat memberikan pertolongan kepada peserta didik.
- Mengikuti perkembangan peserta didik dan menjadikan evaluasi terhadap bantuan yang telah diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki kesalahan atau ketidaktepatan bantuan kesalahan.
- Melakukan referal kepada ahli lain yang berkompeten dalam menangani kesulitan yang dialami peserta didik.
5. Upaya mengatasi siswa yang
mengalami kesulitan belajar:
Peserta didik banyak yang mengalami
kesulitandalam belajar misalnya tidak mampu menyerap bahan pelajaran dengan
baik, tidak dapat konentrasi dalam belajar, tidak mampu mengerjakan tes ,dan
sebagainya. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar sehingga prestasi
belajarnya rendah , maka guru atau konselor harus memberikan layanan bimbingan
dengan , layanan tersebut lebih dikenal dengan pengajaran remedal sedangkan
layanan bimbingan belajar bagi peserta didik yang tidak mengalami kesulitan
belajar lebih dikeal dengan pengayaan.
Upaya mengatasi siswa yang mengalami
kesulitan belajar yaitu melalui pengajaran remedial. Pengajaran remedial
merupakan bentuk pengajaran yang bersifat kuratif (peyembuhan ) dan atau
korektif (perbaikan ) . Pengajaran remedial merupakan bentuk khusus pengajaran
yang bertujuan untuk meyembuhkan atau memperbaiki proses pembelajaran yang
menjadi penghambat atau yang dapat menimbulkan masalah atau kesulitan
belajar bagi peserta didik secara umum pengajaran remedial
bertujuan membantu siswa mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan pengajaran
yang telah ditetapkan dalam kurikulum, secara khusus pengajaran remedial
bertujuan membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar agar mencapai
prestasi yang diharapkan melalui proses penyembuhan dalam aspek kepribadian
atau dalam proses belajar mengajar.
PERMASALAHAN :
Menurut teman-teman, hal-hal apa saja yang bisa meningkatkan
minat dalam belajar kimia pada siswa yang mengalami malas belajar kimia ?
menurut saya dengan pemberian motivasi dari seorang guru kepada siswa-siswa nya dan lebih mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari agar siswa lebih tertarik untuk mempelajari materi kimia.
BalasHapusSelain dari mengajak siswa belajar di alam atau diperkenalkan alam sekitar yang berkaitan dengan kimia, apakah ada cara lain agar bisa meningkatkan minat siswa yang malas belajar kimia?
Hapusberarti lebih ke pemberian motivasi dari guru kepada muridnya dan juga kekreatifan guru dituntut dalam proses pembelajaran
Hapushal - hal yang dapat dilakukan untuk menarik minat siswa yaitu dengan mengajak siswa belajar dialam atau diperkenalkan alam sekitar yang berkaitan dengan kimia. dengan begitu siswa akan menyadari bahwa kimia ternyta ada dilingkungan siswa, kimia itu tidak menakutkan seperti yang dibayangkan dan difikirkan oleh siswa.
BalasHapusSelain dari mengajak siswa belajar di alam atau diperkenalkan alam sekitar yang berkaitan dengan kimia, apakah ada cara lain agar bisa meningkatkan minat siswa yang malas belajar kimia?
Hapus1. Guru memberikan variasi-varisai dalam cara belajar.
BalasHapus2. Guru Memberikan motivasi-motivasi agar siswa semangat dalam belajar.
3. Guru dalam mengajar hendaknya guru membuat siswa belajar dalam bentuk kerja kelompok.
Minat belajar akan tumbuh apabila kita berusaha mencari berbagai keterangan selengkap mungkin mengenai mata pelajaran itu, arti penting atau pesonanya dan segi-segi lainnya yang mungkin menarik. Keterangan itu dapat diperoleh dari buku pegangan, guru dan siswa senior yang tertarik atau berminat pada mata pelajaran itu. Disamping itu perlu dilakukan kegiatan yang berhubungan dengan mata pelajaran itu. Dengan langkah-langkah itu minat siswa terhadap mata pelajaran itu akan tumbuh.
BalasHapus